MANFAAT DAUN KELOR

Kelor atau Moringa oleifera dikenal sebagai jenis tanaman sayuran yang sudah dibudidayakan sejak lama. Daunnya majemuk, menyirip ganda, dan berpinak daun membundar kecil-kecil. Bunganya berwarna putih kekuningan. Buahnya panjang dan bersudut-sudut pada sisinya.
Pohon kelor sering digunakan sebagai pendukung tanaman lada atau sirih. Daun, bunga, dan buah mudanya, merupakan bahan sayuran yang digemari masyarakat setempat.
Daun kelor juga telah banyak digunakan sebagai pakan ternak, terutama sapi dan kambing maupun pupuk hijau. Remasan daunnya dipakai sebagai parem penutup bekas gigitan anjing dan dapat dibalurkan pada payudara ibu yang menyusui untuk menahan mengucurnya ASI yang berlebihan.
Akar kelor sering digunakan sebagai bumbu campuran untuk merangsang nafsu makan, tetapi bila terlalu banyak dikonsumsi ibu yang sedang mengandung dapat menyebabkan keguguran.
Tumbukan halus akar dapat dibuat bedak untuk tapel perut bayi yang baru lahir, sebagai pencegah iritasi kulit, dan sering digunakan sebagai obat penyakit kulit (kukul) dan bisul, serta parem untuk bengkak-bengkak pada penyakit beri-beri dan bagi pengobatan kaki yang terasa pegal dan lemah.
Ekstrak pepaagaannya secara tradisional banyak digunakan sebagai “jamu” sakit kepala serta untuk merangsang menstruasi. Secara negatif bahkan dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan calon bayi yang tidak dikehendaki.
Karena tanaman kelor merupakan leguminosa, maka bagus ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain karena dapat menambah unsur nitrogen dan lahan.
Kelor sebagai pangan
Di pasar lokal, komoditas kelor dijual dalam bentuk buah polong segar. Polong biji yang masih hijau dapat dipotong-potong menjadi bagian yang lebih pendek dan dapat dikalengkan atau dibotolkan dalam medium larutan garam dan menjadi komoditas ekspor khususnya ke Eropa dan Amerika Serikat.
Tampaknya bukan hanya di India dan Indonesia saja kelor dapat tumbuh dan berkembang, tetapi juga di berbagai kawasan tropis lainnya di dunia. Pengetahuan tersebut perlu disebarluaskan karena kelor dapat menghasilkan biji-bijian dan daun yang dapat dikonsumsi manusia sebagai sayur. Daunnya berdasarkan berat keringnya mengandung protein sekitar 27 persen dan kaya akan vitamin A dan C, kalsium, besi dan phosphorous.
Salah satu yang sangat menguntungkan adalah daunnya dapat dipanen pada musim kering, di mana tidak lagi dapat dijumpai sayuran segar di sekitarnya.
Saat ini semakin berkembang sayuran biji moringa (kelor) di pasar internasional baik dalam kaleng maupun dalam bentuk segar, serta keadaan beku atau “chilled”. Sayuran biji yang masih hijau dan segar kini dijual sebagai “drumstick” di berbagai kota besar di Eropa.
Kenya merupakan pemasok utama sayur Moringa dalam kaleng di pasaran dunia. Pada awalnya, India dan Sri Lanka merupakan produsen utama dunia. Kini peluang baru tumbuh di Indonesia, bila kita mau.
Sumber minyak goreng
Biji moringa mengandung 40 persen minyak berdasarkan berat kering. Dari hasil penelitian yang telah dilaporkan, bungkil ampas perasan minyak moringa masih banyak mengandung zat koagulan. Senyawa koagulan masih sangat berguna bagi proses pembersihan air, persis sama seperti yang telah disampaikan sebelumnya dengan efektivitas sa ma bila digunakan biji utuhnya. Bungkil moringa dapat dikeringkan dan disimpan, merupakan produk samping “industri minyak moringa” yang berguna.
Minyak biji kelor memiliki mutu gizi dan fungsional tinggi, dan memiliki nilai jual (harga) yang tinggi pula. Yang unik dari minyak moringa adalah baik untuk minyak goreng dan baik pula untuk pembuatan sabun.
Bagi masyarakat Malawi di Afrika, minyak moringa secara tradisional merupakan minyak goreng yang banyak dimanfaatkan di rumah tangga. Minyak biji kelor dapat pula digunakan sebagai bahan kerosin atau minyak untuk lampu teplok pengganti penerangan di daerah yang belum menikmati listrik.
Pembersihan air keluarga
Biji kelor dibiarkan sampai matang atau tua di pohon dan baru dipanen setelah kering. Sayap bijinya yang ringan serta kulit bijinya mudah dipisahkan sehingga meninggalkan biji yang putih. Bila terlalu kering di pohon, polong biji akan pecah dan bijinya dapat melayang “terbang” ke mana-mana.
Biji tak berkulit tersebut kemudian dihancurkan dan ditumbuk sampai halus sehingga dapat dihasilkan bubuk biji Moringa.
Jumlah bubuk biji moringa atau kelor yang diperlukan untuk pembersihan air bagi keperluan rumah tangga sangat tergantung pada seberapa jauh kotoran yang terdapat di dalamnya. Untuk menangani air sebanyak 20 liter (1 jeriken), diperlukan jumlah bubuk biji kelor 2 gram atau kira-kira 2 sendok teh (5 ml).
Tambahkan sedikit air bersih ke dalam bubuk biji sehingga menjadi pasta. Letakkan pasta tersebut ke dalam botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu cup (200 ml) lagi air bersih, lalu kocok selama lima menit hingga campur sempurna. Dengan cara tersebut, terjadilah proses aktivitasi senyawa kimia yang terdapat dalam bubuk biji kelor.
Saringlah larutan yang telah tercampur dengan koagulan biji kelor tersebut melalui kain kasa dan filtratnya dimasukkan ke dalam air 20 liter (jeriken) yang telah disiapkan sebelumnya, dan kemudian diaduk secara pelan-pelan selama 10-15 menit.
Selama pengadukan, butiran biji yang telah dilarutkan akan mengikat dan menggumpalkan partikel-partikel padatan dalam air beserta mikroba dan kuman-kuman penyakit yang terdapat di dalamnya sehingga membentuk gumpalan yang lebih besar yang akan mudah tenggelam mengendap ke dasar air. Setelah satu jam, air bersihnya dapat diisap keluar untuk keperluan keluarga.
Idealnya bagi kebutuhan air minum yang pantas, pemurnian lebih lanjut masih perlu dilakukan, baik dengan cara memasak atau dengan penyaringan dengan cara filtrasi pasir yang sederhana.
Biji kelor kering serta bubuk bijinya memiliki daya simpan yang baik. Yang perlu dijaga dan diperhatikan agar pembuatan pasta tidak menjadi basi sebelum digunakan. Jadi harus dibuat segar setiap hari sebelum digunakan.
Sementara itu, ada berita menggembirakan tentang rencana pengusaha Jepang untuk membuka “kebun kelor” seluas 10.000 hektar (ha) di Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan. Bukan karena kelor yang asalnya hanya merupakan tanaman pagar atau batas tanah ataupun perambat tanaman (lada, sirih, dan sebagainya), sekarang berubah menjadi tanaman bernilai ekonomi yang diminati pengusaha luar negeri antara lain Jepang, tetapi juga peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor” ternyata menjadi “pohon kelor merambah bisnis dunia”.Minat pengusaha Jepang untuk membuka kebun kelor seluas 10.000 ha karena mereka membutuhkan hasil dari tanaman tersebut untuk bahan kosmetika, obat-obatan sampai ke minyak goreng dan pelumas, terutama dari daun dan bijinya.
Tanaman kelor merupakan perdu dengan tinggi sampai 10 meter, berbatang lunak dan rapuh, dengan daun sebesar ujung jari berbentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun berwarna putih, buah besisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm, tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Menurut sejarahnya, tanaman kelor atau marongghi (Moringa oleifera), berasal dari kawasan sekitar Himalaya dan India, kemudian menyebar ke kawasan di sekitarnya sampai ke Benua Afrika dan Asia-Barat.
Bahkan, di beberapa negara di Afrika, seperti di Etiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya, sekarang mulai dikembangkan pula di Arab Saudi dan Israel, menjadi bagian untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.
Walau di Indonesia, khususnya di lingkungan perkampungan dan pedesaan, tanaman kelor baru sampai menjadi tanaman pagar hidup, batas tanah ataupun penjalar tanaman lain, tetapi manfaat dari daun dan karangan bunga serta buah muda sebagai sayuran, sudah sejak lama digunakan.
Sebagai tanaman berkhasiat obat, tanaman kelor mulai dari akar, batang, daun, dan bijinya, sudah dikenal sejak lama di lingkungan pedesaan.
Seperti akarnya, campuran bersama kulit akar pepaya kemudian digiling-dihancurkan, banyak digunakan untuk obat luar (balur) penyakit beri-beri dan sebangsanya. Daunnya ditambah dengan kapur sirih, juga merupakan obat kulit seperti kurap dengan cara digosokkan.
Sedangkan sebagai obat dalam, air rebusan akar ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, sampai ke obat gonorrhoea. Bahkan, biji tua bersama dengan kulit jeruk dan buah pala, akan dapat menjadi “spiritus moringae compositus” yang digunakan sebagai stimulans, stomachikum, carminativum sampai diuretikum.
Sejak awal tahun 1980-an oleh Jurusan Teknik Lingkungan ITB, biji kelor digunakan untuk penjernihan air permukaan (air kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai) sebagai pengendap (koagulans) dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena rangkaian penelitian terhadap manfaat tanaman kelor mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Saat itu fokus penelitian ditujukan kepada program pengadaan air jernih untuk para pemukim di kawasan pantai atau pesisir, khususnya di kawasan transmigrasi yang mengandalkan air payau atau gambut berwarna kecoklatan sebagai sumber air minum.
Rasa air gambut yang pahit dan warna kecoklatan, tentu saja tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Bahkan, air gambut yang digunakan untuk mencuci pakaian pun yang berwarna putih justru akan berubah menjadi kecoklatan. Maka dengan sistem penyaringan sederhana ditambah dengan pengendap yang berasal dari serbuk atau tumbukan biji kelor, pada akhirnya akan menjadi air jernih, walau belum bersih. Sehingga untuk air minum harus dilakukan perlakuan, antara lain dimasak terlebih dahulu.
Di lingkungan pedesaan, penanaman kelor yang paling umum cukup dengan cara setekan batang tua atau cukup tua, yang langsung ditancapkan ke dalam tanah, apakah sebagai batas tanah, pagar hidup ataupun batang perambat. Walau semaian biji tua dapat dijadikan bibit, umumnya jarang dipergunakan. Disamping itu, manfaat lain dari batang bersama daun kelor, umumnya digunakan sebagai “alat” untuk melumerkan atau menon-aktifkan “kekuatan magis” seseorang, yaitu dengan cara disapu-sapukan ke bagian muka ataupun dijadikan “alat tidur”, misal seseorang yang tahan terhadap pukulan, bacokan, bahkan tidak mempan oleh terjangan peluru, maka dengan cara disapu-sapukan ke bagian tubuhnya, ataupun dijadikan alas tidurnya, atau ada pula air tanaman kelor disiramkan ke seluruh tubuhnya, maka kekuatan magis tubuhnya akan lumer atau hilang.
Hal yang sama juga kepada orang tua, umumnya pada zaman dulu yang memiliki “ajimat” sehingga kalau mau meninggal akan susah sekali, maka dengan menggunakan tanaman kelor, akan dapat dibantu untuk memudahkan kematiannya tersebut.
Pengalaman di Benua Afrika
Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan.
Seperti di Lembah Rift untuk lahan seluas satu hektar hanya ditanamkan antara 30-50 batang, karena di antara pohon kelor tersebut ditanamkan pula tanaman lainnya penghasil pangan, seperti sorgum, jagung, bahkan tanaman lain untuk sayuran, khususnya kacang-kacangan. Maka, dengan cara ini karena pohon kelor memiliki kemampuan menyerap air tanah walau dari kandungan yang sangat minim hingga tanah menjadi lembab, tanaman lainnya akan ikut menjadi tumbuh subur. Apalagi kalau pohon kelor sudah besar dan tinggi, akan berfungsi pula sebagai pohon lindung ataupun pohon rambatan.
Di kawaan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.
Sama seperti di Lembah Rift, di kawasan ini pun pada lahan di antara pohon kelor dijadikan untuk penanaman banyak jenis tanaman pangan, antara lain jagung dan sorgum, juga sayuran, serta lebih jauhnya lagi untuk tanaman industri seperti kopi, kapas, lada, bahkan tebu. Sangat unik adalah kebiasaan penduduk sekitar Arba Minch yang memiliki lahan terbatas, mulai dari sekitar 0,1 ha atau 1.000 meter persegi, atau hanya ratusan bahkan puluhan meter persegi saja. Sehingga pohon kelor hanya dijadikan pagar hidup, pembatas tanah ataupun pohon perambat sama seperti di Indonesia.
Akan tetapi hasilnya, kalau daunnya dapat langsung digunakan sebagai sayuran, maka bunganya akan tetap dipelihara hingga menjadi buah dan menghasilkan biji yang dapat dijual kepada perusahaan asing yang memerlukan untuk pembuatan tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik bernilai tinggi.
Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor yang sudah diketahui sejak lama, yaitu minimnya penggunaan pupuk dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba). Sehingga biaya untuk pemupukan dan pengontrolan hama dan penyakit relatif sangat murah. Bahkan, dari pengalaman para petani kelor yang sudah lama berkecimpung, diketahui bahwa pemupukan yang baik adalah berasal dari pupuk organik, khususnya berasal dari kacang-kacangan (misal kacang hijau, kacang kedelai ataupun kacang panjang) yang ditanamkan sekitar pohon kelor.
Juga pengalaman panjang secara tradisi penggunaan tanaman kelor sebagai bahan berkhasiat obat di kawasan tersebut adalah bahwa akarnya sangat baik untuk pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, penurun tekanan darah tinggi, dan sebagainya, sedang daunnya untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, diabetes melitus (kencing manis), dan penyakit jantung.
Perlu untuk diketengahkan manfaat biji kelor yang sudah mulai dikembangkan melalui Program UNDP, yaitu sebagai bahan pengendap/koagulator untuk menjernihkan air secara cepat, murah dan aman, seperti di ITB.
Yaitu dengan nilai pH yang berbeda, maka antara 100-150 mg bubuk/serbuk/liter air, memberikan hasil turbiditas tinggi pada air (800-10.000 FTU), kalau dibandingkan dengan koagulan umum seperti Al2(SO4)3 yang baru efektif pada pH 7 saja.
Juga kandungan senyawa yang terdapat pada serbuk biji kelor memiliki sifat antimikroba, khususnya terhadap bakteri. Sehingga kalaupun di dalam air terdapat bakteri Coli (salah satu yang disyaratkan tidak terdapat di dalam air minum), akan tereduksi atau mati. Serta, menurut perhitungan yang sudah diuji coba oleh tim ahli dari UNDP, maka kebutuhan biji kelor untuk pengolahan air minum di kawasan pantai atau rawa, cukup 2-3 pohon dewasa selama setahun dengan keluarga sebanyak 6-8 orang, dengan perhitungan kebutuhan air sekitar 20 l/hari/ jiwa.
Dunia tak selebar daun kelor, seringkali kita mendengar pepatah yang satu ini. Maksudnya adalah bahwa dunia ini amatlah sempit, bahkan tak cukup lebih besar daripada daun kelor yang luasnya kira-kira hanya seluas kuku orang dewasa saja. Daun kelor memanglah kecil, namun dalam satu tangkai biasanya daunnya berkelompok dan terlihat rimbun. Daun ini sudah lama dikenal nenek moyang kita. Orang Madura menyebutnya sebagai Maronggih, Di daerah Sunda dan Melayu ia disebut kelor, di Aceh ia disebut murong, orang Ternate mengenalnya sebagai kelo, di Sumba ia disebut kawona, sedangkan di ranah Minang ia dikenal dengan nama munggai.
Tumbuhan kelor ini berasa agak pahit, bersifat netral dan tentu saja tak beracun. Kulit akarnya mengandung minyak terbang. Biji tumbuhan kelor mengandung minyak ‘behen’, dan terdapat myrosine, emulsine,alkaloida pahit tak beracun, serta vitamin A,B1,B2 dan C pada sel-sel tertentu. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kelor adalah anti-inflamasi, anti-piretik dan antiskorbut.
Daun Kelor pada umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Di daerah Madura, ia biasa digunakan sebagai sayur berkuah sebagai teman makan siang. Sayur ini dikenal dengan nama Ghangan Maronggih (Sayur Kelor). Namun Selain dimanfaatkan untuk sayuran, akar, daun serta bijinya juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.
1. Kurap (herpes) dan luka bernanah
Tumbuklah daun kelor dengan kapur, lalu balurkan hasil tumbukan tadi pada luka/kurap.
2. Kurang nafsu makan, epilepsi, histeri, sariawan, sulit buang air kecil, badan lemah, sakit kuning, rematik serta pegal linu
Rebus akar kelor sebanyak 1 jari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu saring. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing ½ gelas.
3. Beri-beri dan udim
Giling akar kelor, akar pepaya, dan kulit lawang atau cengkih masing-masing 1 jari. Tambahkan air, peras, dan saring. Bagi air saringan menjadi 2 bagian yang sama. Minum air hasil saringan sebanyak 2 kali sehari.
4. Biduran dan alergi
Rebus 3 tangkai daun kelor, 1 siung bawang merah, serta adas dan pulasari secukupnya dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring lalu minm air rebusan dua kali sehari masing-masing satu gelas.
5. Rabun ayam
Tumbuk 3 tangkai daun kelor sampai halus, lalu seduh dengan 1 cangkir air masak dan saring. Tambahkan madu secukupnya pada air hasil saringan tadi, lalu adu k sampai merata. Minum sebelum tidur

Ciuman itu Menyehatkan

Belakangan ini, para ilmuwan mendapati bahwa berciuman baik untuk kesehatan. Para ahli medis beradu argumen mengapa berciuman itu tak hanya membuat seseorang merasa senang, tapi juga efektif melawan banyak penyakit. Apa saja keuntungan berciuman bagi kesehatan?

– Berciuman dalam waktu lama bisa membantu sistem sirkulasi kita. Ketika berciuman, detak jantung makin cepat hingga rata-rata 110 detakan per menit. Ini adalah latihan yang baik untuk sistem kardiovaskular.

– Setelah berciuman, paru-paru bekerja lebih keras. Kira-kira 60 tarikan napas per menit, dibandingkan dalam napas normal, hanya 20 kali tarikan napas per menit. “Ventilasi” semacam ini baik untuk mencegah sakit paru-paru.

– Beberapa dokter gigi percaya, bahwa berciuman merupakan tindakan pencegahan gigi berlubang. Berciuman menstimulasi air liur yang bisa menghancurkan asam yang menutupi gigi.

– Berciuman yang berlangsung lebih dari 3 menit membantu kita melawan stres. Berciuman dalam waktu lama menstimulasi rantai reaksi kimiawi yang menghancurkan hormon stres.

Rangkuman dari kelebihan berciuman yang lain adalah;

1. Pasangan yang memberi ciuman perpisahan setiap pagi kepada pasangan hidupnya rata-rata memiliki waktu 5 tahun lebih lama dari yang tidak melakukan ritual ini.

2. Berciuman baik untuk mendorong kepercayaan diri. Membuat seseorang merasa dihargai dan memberi ketenangan diri.

3. Berciuman membakar kalori, 2-3 kalori per menit dan menggandakan tingkat metabolis. Ada yang mengklaim, bahwa dengan berciuman bergairah tiga kali per hari (setidaknya 20 detik per ciuman) bisa membantu menghilangkan berat badan.

4. Berciuman dikenal sebagai penghilang stres. Berciuman penuh gairah bisa menghilangkan ketegangan, mengurangi energi negatif, dan memproduksi rasa sehat, menurunkan hormon stres.

5. Berciuman menggunakan setidaknya 30 otot wajah dan membuatnya lebih kencang, mencegah pipi kendur. Otot pipi yang menegang karena ciuman yang bergairah mampu membantu kulit lebih mulus dan meningkatkan peredaran darah.

6. Berciuman baik untuk jantung, karena menciptakan aliran adrenalin yang memompa darah ke seluruh tubuh. Tak hanya menstabilkan aktivitas kardiovaskular juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

7. Mereka yang sering berciuman jarang mendapat masalah perut, masalah kantung kemih, dan infeksi darah.

8. Selama berciuman, antibiotik alami yang diproduksi tubuh dikeluarkan melalui air liur. Air liur juga dipercaya sebagai anestetik yang membantu mengurangi sakit.

9. Berciuman mengurangi ketegangan dan ‘suara’ di pikiran. Berciuman meningkatkan tingkat oksitosin, hormon menenangkan yang memproduksi rasa ketenangan.

10. Hormon endorphin yang keluar ketika berciuman 200 kali lebih ampuh ketimbang morfin.

wassalam

Pesan saya : SEGERA BUKTIKAN

Pohon Ajaib pelawan kanker

Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Disembunyikan Bertahun-tahun
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Buah Sirsak
Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola” , di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop” . Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.
Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah:
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas. • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan. • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.
Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Product s meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo .
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.
Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan:
disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan:
– 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
– Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
– Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun .Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.
Artikel ini hasil terjemahan Health Science Institute.
Buat yang masih ragu, apa salahnya kita mencoba, makan buah kan ga berbahaya . ga kayak makan ratjun :p , tapi ingat yang berlebihan itu tidak baik.
DAN SEKALI LAGI PLEASE, JANGAN MINUM OBAT YANG KATANYA MENGCLAIM MENGANDUNG SIRSAK. MAKAN DAN MINUMLAH JUS BAHAN ASLI ALAMI SIRSAK .

CARA MINUM YANG BAIK

Ini dibuktikan dari segi kesehatan yang diadakan salah satu ahli akupuntur.

Ketika kita minum air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer… Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal….

Nah jika kita minum dengan posisi berdiri, air yang kita minum masuk tanpa disaring lagi.
sehingga langsung menuju kandung kemih… Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter..

Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal.

Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.. Susah kencing itu penyebabnya..

Cara mengatasinya :
1. Biasakan minum duduk
2. Banyak minum air putih

Sekarang, apakah kita masih mau minum berdiri ?

KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI ???

Ada satu pertanyaan yang sering kita dengar ??? yaitu

“Mengapa harus minum air putih banyak-banyak ?”
Well, sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb :

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…?
Dengan jalan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak…?

Belum sampai segitunya (wihh…bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah!!!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental..
Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah)
Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah.
Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental
bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘ kan …?
Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat.. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen.

Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan).

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental…), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang.

Sekarang tinggal anda pilih : melakukan “investasi” dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari, atau “membayar bunga” lewat sakit ginjal atau stroke.

Angop sebuah Mahakarya yang LuarBiasa

Sebelumnya mungkin kita pernah mengenal ada suatu teori yang menyebutkan bahwa angop disebabkan menipisnya kadar oksigen di dalam tubuh. Tapi, menguap ternyata masih saja terjadi meskipun bernafas 100% dengan oksigen. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan ini berlangsung?

Ternyata para ilmuwan pun belum tahu dengan pasti apa sebenarnya yang memicu perilaku angop tersebut. Meski sudah lama meneliti, para pakar yang hidup di zaman superkomputer dan teknologi pesawat antariksa ini ternyata selama ini baru sebatas menduga-duga saja, apa fungsi menguap.

Inilah satu bukti bahwa pengetahuan manusia tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan Penciptanya, Allah SWT. Dialah yang mengajarkan ilmu kepada manusia apa yang tidak diketahuinya ketika manusia itu meneliti segala ciptaan-Nya, termasuk angop. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al Alaq, 96:5)

Allah yang Maha Mengetahui, mendidik manusia dengan sedikit membukakan tabir pengetahuan yang dimiliki-Nya yang melekat pada setiap ciptaan-Nya. Oleh karena itu, perlahan-lahan manusia mampu menguak tanda kebesaran Rabb Pencipta semesta, tak terkecuali mengetahui rahasia di balik menguap.

Pendingin terhebat

Sejatinya, menguap bukanlah peristiwa biasa. Sebaliknya, ia merupakan cara kerja yang Allah buat sebagai bentuk kasih sayang kepada makhluk-Nya. Secara sederhana, apa yang seringkali dianggap sebagai penanda kantuk ini berfungsi layaknya kipas pendingin pada prosesor komputer sehingga kerjanya tetap prima.

Sebagaimana diketahui, sebuah komputer akan bekerja dengan baik dalam suhu dingin. Setelah lama bekerja, suhu prosesor komputer akan meningkat. Jika suhu komputer itu tidak diturunkan dengan kipas pendingin, maka hal ini akan mengurangi kinerjanya, bahkan berkemungkinan mematikan atau merusakkan komputer itu.

Begitu pula otak manusia. Dibutuhkan perangkat khusus untuk menjaga suhu otak agar tidak kepanasan, sehingga tetap berfungsi dengan baik.

Allah yang menciptakan manusia, sudah barang tentu mengetahui yang terbaik untuk apa yang diciptakan-Nya. Menurut Andrew Gallup, ilmuwan dari Binghamton University, jalan keluar permasalahan meningginya suhu dalam otak akibat terus bekerja dapat diatasi dengan perangkat pendingin cerdas bernama ‘angop’.

Cara kerja yang sama dapat pula menjelaskan alasan manusia seringkali menguap ketika baru saja bangun tidur atau kelelahan. Aktivitas menguap akan mempermudah otak guna menghadapi situasi peralihan, semisal dari tidur ke kondisi terjaga (bangun tidur).

Burung angop diteliti

Para ilmuwan menguji dugaan bahwa angop merupakan cara menurunkan suhu otak pada sejumlah burung betet (Melopsittacus undulatus). Dugaan ini berlanjut bahwa jika suhu ruangan meningkat dan mendekati (tapi tidak melebihi) suhu tubuh, maka hal ini akan mendorong peningkatan aktifitas menguap.

Sebanyak dua puluh ekor burung tersebut diletakkan dalam ruangan yang dapat diatur suhunya. Suhu ruangan diatur sedemikian rupa sehingga menunjukkan tiga keadaan suhu yang berbeda, yakni suhu rendah atau kontrol (22°C), suhu meningkat (22-34°C), dan suhu tinggi (34-38°C).

Dengan lama setiap keadaan suhu sebesar 21 menit, hasil penelitian membenarkan dugaan para ilmuwan yang menelitinya. Berdasarkan pengamatan, pada kondisi suhu meningkat, rata-rata setiap burung menguap sebanyak 4,20 kali. Sedangkan pada suhu tinggi dan suhu rendah (kontrol), berturut-turut terjadi 2,05 dan 1,25 angopan setiap ekornya. Jumlah angop pada keadaan yang berlainan tersebut berbeda secara nyata.

Sebagai kesimpulan, penelitian ini membuktikan secara ilmiah dugaan bahwa menguap merupakan sebuah cara untuk mengatur suhu di dalam otak.

Kebaikan Allah

Itulah sekilas gambaran fungsi menguap. Jadi, terbukanya mulut yang oleh sebagian orang dianggap pula sebagai tanda bosan itu bukanlah sekedar menimba oksigen dari udara bebas. Lebih dari itu, ia adalah rahasia Sang Pencipta untuk mencegah otak manusia dari gagal berfungsi dengan baik.

Allah yang Maha Mengerti kebutuhan organ-organ tubuh hamba-Nya, dengan cerdas menciptakan suatu proses jitu agar setiap organ itu berfungsi prima. Dialah yang telah menjadikan menguap sebagai pengatur suhu otak agar senantiasa bekerja dengan sempurna.

Informasi ilmiah ini juga membalik anggapan terdahulu, yakni yang percaya bahwa menguap hanyalah tanda mengantuk. Sebaliknya, angop merupakan proses pendinginan otak agar tetap terjaga. Dengannya, manusia pun bisa tetap berkonsentrasi, termasuk saat membaca artikel ini.

Sudah sepantasnyalah manusia yang lemah mensyukuri segala nikmat Allah. Sungguh, Dialah yang tiada henti mengurusi manusia, termasuk urusan berupa angop ini, agar otaknya tetap bekerja sebaik mungkin. Ini karena Allah tidak pernah lalai, apalagi tertidur, dalam mengurus makhluk yang diciptakan-Nya. Dalam Al Qur’an yang mulia, Allah berfirman:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.
(QS. Al Baqarah, 2:255)

MEROKOK ADALAH PILIHAN HIDUP

sahabat q semua, merokok adalah sebuah pilihan hidup. jadi kalo ada orang merokok, jgn terlalu banyak bacot, ya. karena apa? karena merokok itu adalah pilihan hidup.

Survey dari LSM alias Lembaga Soksial dan isinya Masalah menyebutkan, bahwa merokok bisa menghindarkan kita dari perbuatan kriminal, karena selama ini belum pernah ada kasus orang membunuh, orang mencuri, dan orang jotos2 dalam keadaan merokok. selain itu dengan mengonsumsi rokok jga dapat mengurangi resiko kematian, buktinya di koran maupun di TV belum pernah ada berita orang meninggal dalam posisi merokok.

Terlebih lagi, rokok jga berguna untuk basa basi dan menambah keakraban. contohnya, habis kerja, untuk memulai obrolan, biasanya kita nawarin rokok ,”Mas, rokok, mas” kan enak.. coba rokok nya diganti uang,”Mas, uang, mas” kan ngga enak,, lagian jga bisa bikin tekor dompet.

Lagipula rokok bisa membuat peluang usaha. dari buruh pabrik rokok, pedagang warung, sampe yg terpenting PABRIK OBAT BATUK.

Lalu, untuk Anda yg anti wangi2 an, rokok adalah solusi yg tepat. contohnya, istri anda pake parfum di kamar, baunya bikin pusing.., ngrokok aja di kamar, dijamin baunya ganti, bau mbako..

Dengan merokok, kita juga membantu usaha pemerintah menggalakkan KB dan menghindari perselingkuhan. itu disebabkan karena merokok menimbulkan impoten, jadi belum sempet selingkuh dah impoten duluan..

Rokok jga bisa jadi alarm anti maling, apalagi jika para perokok lagi batuk berat di malam hari. maling nya takut, ngga jadi maling, karena suara batuk perokok yg menakutkan..

Dalam syuting film koboi, rokok jga sangat membantu akting, karena para koboi akan terlihat lebih gagah jika naik kuda sambil ngrokok. Coba kalo diganti sambil ngupil, wah jadi susah banget donk

Untuk anak2 sekolah, rokok jga bermanfaat untuk ngasi jawaban soal2 ebtanas. ngga usah pake pensil 2B segala, mahal harganya..

Fakta lain yaitu, 30 % orang meninggal dunia karena rokok, dan 70% lainnya bukan perokok, jadi yg mati gara2 merokok malah lebih sedikit thoo.

Akhir kata dari saya………mulo ngrokok o



pemilu KaDa Sukoharjo

Hari-hari menjelang pemilu kada kabupaten sukoharjo

tak terasa tinggal beberapa hari lagi kabupaten di sebelah selatan kota solo ini akan menggelar pesta demokrasi…….yang mestinya memilih pemimpin yang amanah tahu betul kondisi rakyatnya yang majemuk.

akan tetapi kekotoran masa kampanye tak pernah lepas dari para calon yang berambisi menjadi pemenang sebagai bupati dan wakil bupati. selalu ada yang namanya pembagian uang…..saling cemooh dan lain sebagainya….

mengapa ???

karna sebagian besar masyarakat menganggap  bahwa siapapun nantinya yang menang dan menjabat sebagai bupati …toh tidak membawa pengaruh apapun.

padahal itu salah besar…..

ya cuma harapan ini….smoga nanti sang pemimpin sanggup membawa amanah msyarakat sukoharjo menuju kehidupan yang lebih baik.

amiiiiiiiin